Teknik Shading Dalam Seni

Shading adalah teknik untuk menampilkan nada atau nilai pada objek melalui gradasi bertahap agar terlihat solid dan memiliki efek tiga dimensi. Teknik shading memungkinkan Anda menenun lapisan di atas lapisan tanda pensil untuk menambahkan bentuk yang meyakinkan ke gambar garis Anda. Shading menambahkan rasa substansi pada subjek Anda dan menghasilkan hubungan tonal yang meyakinkan. Gambar mengambil bentuk tiga dimensi Judi Bola saat digunakan dengan benar.

Untuk membuat bayangan dengan benar pada benda yang ditarik, seniman harus hati-hati mengamati sumber cahaya yang menyolok sebagaii nilai nada atau warna pada benda yang menarik. Setelah adanya sumber cahaya, seniman harus mempelajari secara cermat refleksi cahaya pada area objek untuk mengetahui bagian yang paling terang dan paling gelap. Setelah menetapkan titik akhir atau titik ekstrem maka area bernilai paling terang dan juga area bernilai paling gelap

Nada disesuaikan sesering mungkin agar terlihat realistis. Disarankan agar seniman melangkah mundur secara berkala untuk melihat gambar dan subjek di kejauhan untuk melihat dan menyesuaikan nada yang sesuai. Hal ini akan membuat nilai-nilai yang digambarkan pada objek yang ditarik lebih realistis. Dalam rendition of cast shadow, artis harus memperhatikan sumber cahaya dan pemantulan atau bayangan cahaya pada objek. Jika cahaya jauh di atas, semakin pendek bayangannya (coba periksa bayangan Anda di siang hari – 12:00 PM) sedangkan semakin rendah cahaya, semakin lama bayangan pemerannya akan menjadi. Aturannya adalah semakin gelap bayangannya, terang sumber cahaya. Seiring bayangan diambil lebih jauh dari objek, semakin ringan jadinya. Bayangan mengambil bentuk item itu berasal. Perhatikan bahwa untuk membuat bayangan, yang harus Anda lakukan hanyalah membuat bentuk segitiga dari atas benda ke tanah dan kembali ke dasar benda. Menurut sumber cahaya, buat bayangan Anda sesuai.

Ada berbagai cara untuk membuat bayangan pada benda yang ditarik. Beberapa di antaranya adalah:

1. Penetasan: Ini adalah teknik shading yang menggunakan satu set garis baik vertikal, garis melengkung atau horizontal dalam membuat bayangan pada benda yang ditarik. Garis-garis ini digabung satu sama lain untuk memberi ilusi sebuah nilai. Bergantung pada efek naungan menetas yang ingin dicapai, artis dapat memutuskan untuk membuat garis individu dalam menetas set berjauhan atau berdekatan.

2. Cross-hatching: Ini adalah teknik shading yang dibuat dengan menggunakan garis yang saling silang pada sudut dalam membuat bayangan pada objek. Pada cross-hatching, satu set garis menyilang (tumpang tindih) satu set garis untuk membuat bayangan pada benda yang ditarik.

3. Stippling / Dottilism / Pointillism: Ini adalah Judi Online teknik shading yang menggunakan titik atau rangkaian titik dalam membuat bayangan pada objek.

4. Circularism / Squirkling / Scribbling: Ini adalah penggunaan lingkaran, squirkles dan coretan dalam membuat bayangan pada objek. Saat set squirkle memiliki ruang yang mencolok di antara garis-garis, mereka bekerja dengan indah untuk melindungi berbagai tekstur, seperti kain fuzzy dan rambut keriting. Squirkles bisa terlihat seperti nada yang solid saat garis ditarik rapat, dan bagus untuk membedakan banyak aspek orang, termasuk nada kulit.

5. Tonal gradasi / smudging: Ini adalah rendering nada lembut pada benda yang ditarik dan mencampur nada dan jempol, selembar kertas atau kain lembut.

Rendering shades pada objek yang menggunakan alat penanda atau gambar merupakan latihan praktis yang menarik dalam seni. Namun, untuk mencapai kesuksesan, seniman harus mempelajari dasar-dasarnya dalam naungan sehingga bisa memberi bayangan pada objek yang ditarik berdasarkan rubrik seni yang diterima.

 

Tinggalkan Balasan