Mile Jedinak Melakukan Hal Yang Heroik Di Piala Dunia

Pemain tengah nefluential Mile Jedinak akan dinilai menjelang kunjungan Villa ke QPR pada hari Sabtu setelah kepahlawanannya yang tangguhuntuk membantu sepenuhhatidansekuattenagauntukAustralia bisalolos ke Piala Dunia.

Petenis berusia 33 tahun itu telah mencatat jarak tempuh 25.000 mil Situs judi online Terpercaya  dalam waktu kurang dari dua minggu saat berada di luar dengan Socceroos, yang pada hari Rabu memesan tempat mereka di turnamen tahun depan di Rusia dengan kemenangan play-off 3-1 atas Honduras.

Dengan tingkat dasi pada 0-0 setelah pertandingan pertama Sabtu di Amerika Selatan, Jedinak menjadi pahlawan di leg kedua di Sydney, mencetak hattrick – termasuk dua penalti.

Dia dijadwalkan menyelesaikan perjalanan terakhirnya ke Inggris pada hari Kamis dan akan melapor kembali ke tempat latihan Villa’s Bodymoor Heath pada hari Jumat.

Jedinak tidak asing dengan perjalanan jarak jauh saat bertugas internasional dan bermain untuk Villa dalam pertandingan melawan Brighton dan Norwich musim lalu setelah melakukan perjalanan yang sama. Keputusan akhir atas keterlibatannya di Loftus Road akan berbohong dengan bos Villa Steve Bruce.

Jedinak belum memulai pertandingan di Kejuaraan musim ini setelah menjalani operasi pangkal paha selama musim panas.
Dia kembali dengan penampilan pengganti melawan Blues dan Preston sebelum pergi dengan Australia, di mana dia bermain penuh dalam kedua pertandingan play-off.

Mantan orang Crystal Palace kembali ke kebugaran tepat waktu bagi Villa, yang telah kehilangan kapten John Terry karena cedera. Jedinak adalah kandidat untuk menggantikan mantan bintang Chelsea di jantung pertahanan Villa, setelah bermain di bek tengah pada sejumlah kesempatan musim lalu.

Pengaruh positifnya terhadap Villa telah dipuji secara reguler oleh Bruce dan rekan satu timnya.

Berbicara tentang Jedinak awal bulan ini, James Chester berkata: “Mile membawa pengalaman dan pengetahuan dan dia juga menambahkan dimensi fisik lain kepada kami.

“Dia sempurna untuk kita di depan punggung empat. Saya selalu mengatakan kepadanya bahwa saya tidak harus memimpin bola saat bermain. Kami bersyukur untuknya. ”

Tak berhenti sampai di situ saja, kapten timnas Australia itu benar-benar melengkapi kemenangan timnya lewat gol keduanya yang sekaligus jadi gol ketiga negaranya di menit 85’ lewat titik putih lagi. Kali ini, hadiah pinalti yang didapatkan tim tuan rumah diberikan sang pengadil lapangan sesudah Johnny Palacios melanggar Robbie Kruse di kotak 16 sendiri.

Bukannya tanpa perlawanan, upaya dari timnas Honduras baru berbuah gol saat laga akan berakhir. Tepatnya di menit 90’+, Albert Elis mampu mencatatkan namanya di papan skor sesudah memanfaatkan bola liar saat skrimit di area terlarang timnas Australia.

Kemenangan ini, membuat timnas Australia menjadi tim ke-31 yang berhak maju ke putaran final gelaran terakbar dunia pada tahun depan.